2022, Target Pendapatan Daerah Diproyeksikan Sebesar Rp.2.4 Triliun Lebih

Rapat Paripurna Nota Keuangan RAPBD tahun anggaran 2022 yang digelar di Graha Pemda, Rabu (24/11) malam.[Foto:BanggaiPost]

 

BANGGAIPOST,Luwuk- Dalam proyeksi Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun anggaran 2022, target Pendapatan Daerah ditetapkan sebesar Rp.2.499.935.763,245.

Penegasan itu disampaikan Sekretaris Daerah Ir.Abdullah Ali saat membacakan Pengantar Nota Keuangan Bupati Banggai pada Rapat Paripurna RAPBD tahun anggaran 2022 yang digelar di Graha Pemda, Rabu (24/11) malam.

Target pendapatan daerah urai Sekkab direncanakan bersumber dari Pendapatan Asli Daerah sebesar Rp.299.653.834.452, Pendapatan Transfer direncanakan sebesar Rp.2.104.431.875.404, serta lain-lain pendapatan daerah yang sah direncanakan sebesar Rp.95.850.053.389.

Iapun menginformasikan, sumber pendapatan tersebut terjadi penyesuaian struktur Pendapatan Daerah dalam RAPBD. Hal ini didasarkan pada surat Dirjen Perimbangan Keuangan nomor S-170/PK/2021 perihal Penyampaian Rincian Alokasi Transfer ke daerah dan Dana Desa tahun anggaran 2022, serta estimasi alokasi pendapatan dari kurang salur DBH yang tertuang dalam PMK nomor 129/PMK.07/2021.

Baca Juga :  Bupati Sofyan Kaepa Dukung BBM Ramah Lingkungan dan Pembangunan BBM Satu Harga

Yang mana penerimaan pendapatan khususnya yang bersumber dari dana transfer yang diproteksi sebesar Rp.2.104.431.875.404 mengalami penyesuaian, sehingga menjadi sebesar Rp.1.874.895.798.810. Sehingga total Pendapatan Daerah sebesar Rp.2.270.399.686.651.

Disisi lain Belanja Daerah dalam Rancangan APBD tahun anggaran 2022 yang sebelumnya di proyeksikan sebesar Rp.2.538.335.038.771 mengalami penyesuaian akibat penurunan pendapatan yang bersumber dari Dana Transfer Pusat, sehingga jumlah belanja daerah menjadi sebesar Rp.2.308.798.962.177.

“Rincian penyesuaian belanja tersebut terdiri dari, belanja operasi sebesar Rp.1.576.491.381.816, belanja Modal sebesar Rp.328.667.163.141, Belanja Tidak Terduga sebesar Rp.38.500.000.000, serta belanja transfer sebesar Rp.365.140.417.220,”terangnya.

Sementara itu penerimaan pembiayaan tahun anggaran 2022 direncanakan sebesar Rp.43.399.275.526, terdiri dari Silpa sebesar Rp.40.399.275.526 dan penerimaan kembali pemberian pinjaman daerah sebesar Rp.3.000.000.000.

Baca Juga :  Hanya Butuh Tiga Jam, Masalah Dua Tahun Selesai di Tangan Bupati Sofyan Kaepa

“Untuk pengeluaran pembiayaan mencakup penyertaan modal sebesar Rp.2.000.000.000 kepada Bank Sulteng serta pemberian pinjaman daerah sebesar Rp.3.000.000.000,”jelasnya. (NS)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.