Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada para mantan kepala sekolah yang pernah membimbingnya, yakni Drs. Lajibir dan almarhum Zulkifli Mile. Menurut Imran, keduanya memiliki jasa besar dalam perjalanan pengabdiannya selama bertahun-tahun di SMP Negeri 1 Luwuk Timur.
Bagi Imran, status PPPK Paruh Waktu bukan sekadar perubahan status pekerjaan. Lebih dari itu, status tersebut merupakan bentuk penghargaan atas dedikasi, loyalitas, dan pengabdian yang telah ia berikan selama 23 tahun.
Kisah perjuangan Imran Longa menjadi bukti bahwa kesetiaan, kesabaran, dan ketulusan dalam mengabdi tidak pernah sia-sia. Di balik penantian panjang itu, tersimpan harapan agar semakin banyak tenaga honorer yang telah lama mengabdi juga memperoleh kesempatan yang sama untuk meraih kepastian status dan masa depan yang lebih baik.
(Alin)
