BANGGAIPOST, LUWUK – Pasokan gas elpiji 3 kilogram kembali dikeluhkan warga. Memasuki bulan suci Ramadhan, masyarakat justru mengaku semakin sulit mendapatkan gas bersubsidi tersebut dibandingkan hari-hari sebelum puasa.
Sejumlah warga menyebutkan, sebelum Ramadhan gas elpiji 3 kg masih cukup mudah ditemukan, baik di pangkalan resmi maupun di kios-kios kecil. Namun situasi itu berubah drastis setelah Ramadhan dimulai. Gas mulai langka di pasaran.
“Saya juga heran, justru di bulan Ramadhan ini harusnya gas tidak sulit karena sangat dibutuhkan. Tapi malah terbalik, sebelum Ramadhan gas 3 kg itu tahambur di mana-mana,” ungkap seorang warga kepada Banggaipost.
Keluhan warga tidak hanya soal kelangkaan. Harga gas di tingkat pengecer juga ikut melonjak. Di sejumlah kios dan penjual di pasar, elpiji 3 kg dilaporkan dijual antara Rp50 ribu hingga Rp65 ribu per tabung.
Padahal di pangkalan resmi, harga gas bersubsidi tersebut hanya sekitar Rp25 ribu per tabung. Namun warga mengaku sulit memperoleh gas dengan harga tersebut karena stok di pangkalan sering kali kosong.
