Pengembangan Energi Baru Terbarukan Jadi Fokus di Sulawesi Tengah

FGD kebutuhan listrik bagi pengembangan industri yang digelar, Rabu (1/2).

BANGGAIPOST.COM,Palu- Pengembangan Energi Baru Terbarukan (EBT) jadi stressing point dalam pelaksanaan Focus Group Discusion (FGD) bertema Urgensi Kebutuhan Listrik bagi Pengembangan Industri di Sulteng pada Rabu (1/2), di Hotel BW Coco.

“Dengan FGD ini semoga kita dapat mencari sumber-sumber energi baru supaya Kita mengikuti tren (kelistrikan) dunia saat ini,” ujar Asisten Perekonomian dan Pembangunan Dr. H. Rudi Dewanto, SE, MM mewakili Gubernur Rusdy Mastura pada pembukaan FGD.

FGD difasilitasi Biro Administrasi Perekonomian dengan mengundang beberapa narasumber.

Diantaranya Kadis Perikanan dan Kelautan Sulteng H. Moh. Arif Latjuba, SE, M.Si, Direktur Pembinaan Program Ketenagalistrikan Kementerian ESDM Ir. Wanhar, Direktur PT PLN dan Kepala Balai Besar Taman Nasional Lore Lindu.

Baca Juga :  Nelayan Hilang di Perairan Batui Akhirnya Ditemukan

Lanjut asisten bahwa listrik yang dihasilkan dari bahan bakar fosil mulai tergantikan dengan energi hijau yang ramah lingkungan.

Apalagi Sulteng sangat potensial untuk dibangunkan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) maupun Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB) atau tenaga angin.

“Kalau ini masuk ke Sulteng maka sangat besar sekali dampaknya bagi pertumbuhan investasi baru,” kata asisten menegaskan dampak pembangunan pembangkit listrik bagi industri.

Akhirnya Ia berharap supaya pemerintah, masyarakat dan swasta bergandengan dalam mengembangkan EBT untuk terwujudnya tema FGD.

“Golden Triangle ini harus Kita jaga sebaik-baiknya,” pungkasnya agar ketiga elemen kompak bersinergi.

Nampak hadir Karo Perekonomian Yuniarto Pasman, SH, Direktur Bank Sulteng, akademisi dan OPD terkait.(Ad)

Baca Juga :  Bupati Banggai Hadiri Peringatan HUT Damkar Ke-104 di Monas